YouTube tengah mengembangkan fitur serupa Snapchat dan Instagram Stories, yang kini dalam proses pengujian beta dengan sekelompok kecil kreator konten ternama. Kini YouTube menambahkan fitur baru yaitu filter layar hijau dengan teknologi Augmented Reality (AR).

Teknologi ini dijelaskan pada blog penelitian Google sebagai fitur yang cukup mengesankan. Google menggunakan jaringan syaraf untuk mengidentifikasi dan memisahkan subyek dari latar belakang.

Efek ini serpa dengan efek layar hijau, memungkinkan kreator untuk menyematkan latar yang diinginkan secara langsung.

Namun, Google menghadirkan sentuhan lebih baik pada fitur ini karena tidak membutuhkan layar hijau sesungguhnya agar dapat memisahkan subjek dengan latar secara lebih mudah. Sistem ini masih belum 100 persen sempurna, dan tampil lebih menyerupai mode portrait pada smartphone model terbaru.

Umumnya, mode portrait pada smartphone model terbaru memiliki kemampuan yang sama, namun dengan tampilan lebih blur atau dengan efek ghosting di tepian pembatas subyek dan latar yang diganti dengan latar lainnya.

Untuk saat ini, Google berencana memanfaatkan versi beta terbatas dari YouTube Stories ini untuk menguji terknologi tersebut secara lebih lanjut. Dengan perkembangan yang dialaminya, teknologi serupa layar hijau ini akan muncul di layanan dan aplikasi AR Google lainnya di masa mendatang.

Sebelumnya, mantan pegawai YouTube menuntut Google atas tuduhan memaksa para perekrut untuk hanya menerima pelamar kerja perempuan, berkulit hitam, atau keturunan Amerika Latin.

Ialah Arne Wilberg, orang yang telah bekerja di Google selama sembilan tahun, yang menuntut Google atas diskriminasi pada Januari lalu.

Wilberg mengklaim, Google mengimplementasikan "peraturan yang jelas dan tak terbantahkan" yang bertujuan untuk mencegah perekrut menerima pelamar berkulit putih atau Asia dengan tujuan untuk membuat pegawai Google menjadi semakin beragam.


Diposting: 07 Mar, 2018
Penulis / Referensi: Metrotvnews.Com